Sabtu, 30 Oktober 2010

Catatan 20 Juli 2010.

Sore yg mencekam awan mendung menutup cahaya seperti memberi kabar buruk.

setiap sudut ada sekumpulan orang sedang berdiskusi setengah berbisik.

Saat sepedaku menyusuri jalan
Banyak pasang mata menatapku curiga.
Saatku hampir tiba polisi menghadang dengan alasan keamanan.

Sambil perlahan memutar sepedaku Dari jauh kulihat sekumpulan masa sedang berunjuk rasa mencoba menyuarakan keadilan.

Setiba di tempat kerjaku kurang dari 30 menit, terdengar suara kepanikan.

Banyak orang mengungsi dengan alasan cari aman ada juga tetap berjaga2 ditempat dengan senjata tajam dengan alasan yg sama.

Karena alasan perbedaan orang tua tak menghiraukan anaknya, suami tak peduli sama istri dan anaknya lantas mencari aman beserta orang2 yg dianggap sama ideologinya, apalgi tetangaan sudah pasti dicuekin.

Manusia pada murka, rumah2, dan perkantoran dibumi hanguskan...

Sudah tak ada lagi tengang rasa
Yang ada hanya kekerasan

Bukan hanya manusia yang murka, Alampun turut ambil bagian dalam amarah ini. seiring padamnya api Hujan lebat disertai angin kencang turun memporak-porandakan beberapa proyek2 jembatan penghubung sungai2 besar.

apakah salah jika sebuah perjuangan atas nama keadilan harus memakan korban ???

Pilkada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Senin (21/7/2010), berujung rusuh. Sejumah fasilitas pemerintah menjadi sasaran amuk massa. Kantor DPRD, kecamatan dan tiga rumah warga ludes dibakar massa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat insiden itu. Kendati demikian dua massa pendukung calon bupati dan wakil bupati yang bertarung masih bersiaga penuh.Sejumlah senjata tajam, kayu masih ditenteng warga. Salah satu bagian kamar penginapan Priputera di Kota Bula, Kabupaten SBT dibakar pertama kali. Amuk massa kemudian berlanjut ke kantor kecamatan Kota Bula dan kantor DPRD serta tiga buah rumah, termasuk rumah ketua partai PKPI Kabupaten SBT, Rusli. Informasi yang berhasil dihimpun detikcom dari sejumlah sumber di kota Bula, menyatakan peristiwa ini terjadi akibat ketidakpuasan pendukung calon Bupati SBT Mukti Keliobas-Yusuf Rumatoras yang diusung PAN dan sejumlah partai kecil lainnya. Mereka tidak terima dengan hasil rekapitulasi PPK Gorom yang dilakukan di KPUD SBT, Selasa (20/7/2010) sore kemarin.
Kapolres SBT, AKBP Hasanuddin Mukadar, yang dikonfirmasi detikcom via telepon malam ini membenarkan peristiwa tersebut. “Sejak Selasa sore kamarin, massa telah membakar kantor DPRD SBT, kantor camat Bula serta tiga rumah warga. Satu unit mobil Avanza dan tiga unit motor juga dibakar massa. Massa yang membakar sejumlah fasilitas ini adalah massa dari pasangan Calon Bupati MK-JR, yang tidak setuju dengan rekapitulasi ulang PPK Gorom dengan cara menghitung kertas suara ulang, ” tutur Kapolres. Akibat peristiwa tersebut, pihak kepolisian setempat sejauh ini telah mengamankan delapan orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembakaran sejumlah fasilitas itu. Mereka kini untuk sementara sedang diperiksa intensif di Mapolres SBT. “ Kami sementara mengamankan delapan orang yang diduga pelaku dalam insiden ini, jika dalam pemeriksaan mereka terbukti, maka langsung ditahan, ” kata Kapolres. Tambahan Pasukan Hingga malam ini, kondisi keamanan di Kota Bula sudah berhasil dikendalikan aparat kepolisian. Untuk mengantisipasi insiden susulan, para petugas kini telah ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Bahkan patroli dan tambahan pasukan dari batalyon 731 Kabaressy Maluku Tengah serta pasukan Brimob Polda Maluku sudah diturunkan guna mencegah meluasnya konflik. Fanath-Suruwaky Menang Sementara itu, pada pleno dari hasil hitungan KPUD malam ini.

PPK Bula :
MK : 4428 
DV  : 7743.
PPK Werinama
MK: 268
DV : 6488.
PPK Geser.
MK : 5116
DV  : 8023.
PPK Tutuktolo
MK :1399
DV  : 1253.
PPK Wakate
MK :2086
DV  : 3221.
Dari sidang pleno KPUD SBT menetapkan pasangan calon atas nama, Abdullah Vanath-Siti Umariyah Suruwaky, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur untuk masa bhakti 2010-2015. Kedua pasangan incumbent tersebut memperoleh suara sebanyak 33.170 dengan presentase 57, 59 persen. Sedangkan untuk pasangan Calon Mukti Kaliobas-Jusuf Rumatoras, secara resmi memperoleh suara 24.425 dengan presentase 42. 41 persen. Setelah dilakukan rapat pleno untuk penetapan pasangan calon, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara dan Surat Keputusan oleh Ketua KPUD SBT, Sidik Rumaloak,  kepada saksi dari kedua masing-masing calon dengan
disaksikan seluruh peserta pleno. Sekian dan Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar