Senin, 26 Maret 2012

Pemda SBT Diskriminasi Terhadap Warga Salas

Warga Salas Tidak Pernah Dapat Bantuan
Bula-Maluku 26/03, Warda desa Salas Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) merasa dianaktirikan oleh Pemerintah Kabupaten SBT, karena selama terkena musiba banjir bandan hingga saat ini tak satupun bantuan dari Pemerintah daerah SBT, hal tersebvut disampaikan Baharudin  mantan kepala desa salas di Salas senin siang.
Dia mengatakan salas yang sebelum bencana bandan masih menjadi satu desa kini pasca bencana telah terbagi menjadi dua yakni Salas atas dan Salas bawa, menurut pengakuan Baharudin yang didampingi oleh Hamid Weka kaur pemerintahan dan Daud Lesputi kaur pembangunan mengatakan kalau selama ini perhatian pemerintah lebih tertujuh pada Salas bawa sedangkan Salas atas diabaikan dengan alasan yang tidak jelas.
Baharudin mengatakan semua pekerjaan baik pembangunan rumah warga, Mesjid dan Sekolah dilakukan melalui swadaya masyarakat, padahal sebagai desa yang mengalami bencana harus ada perhatian dari pemerintah daerah, namun yang terjadi malah diterlantarkan.”rumah-rumah penduduk disini dikerjakan dengan swadaya, kita angkat sendiri bahan-bahan seperti kayu pasir, mesjid juga kita bangun sendiri, termasuk sekolah darurat yang digunakan saat ini.
Lebih lanjut Baharudin mengatakan, alasan pemerintah Kabupaten SBT tidak memberikan bantuan sangat terkait dengan penetapan lokasi tempat tinggal yang mereka tempati saat ini yakni Leter SS, dimana sesuai dengan kesepakatan warga kalau lokasi yang digunakan untuk pemukiman warga adalah bagian atas tepatnya di Leter SS, namun dalam perjalanan pemerintah Kabupaten SBT dengan alasan yang tidak pasti.
Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten SBT lebih menghendaki agar warga Salas semuanya bergabung di Salas bawa, namun Salas bagian atas tetap keberatan dan menolak untuk bergabung dengan Salas bawa, atas dasar itu lalu semua bantuan untuk warga salas yang menempati Leter SS dihentikan oleh Pemerintah daerah.
Warga yang tidak puas dengan lalu mengaduhkan persoalan ini ke DPRD Kabupaten SBT sehingga keluarlah Rekomendasi DPRD SBT No 360/93/2010 yang ditanda tangani oleh Wakil Ketua DPRD SBT M Yusuf Paitaha Sp yang isinya DPRD Kabupaten SBT pada prinsipnya menyetujui dan merekomendasikan kepada Pemerintah daerah SBT untuk segera dilakukan relokasi dan pembangunan kembali perumahan 
warga masyarakat di Negeri Salas pada lokasi Leter SS sesuai keinginan masyarakat.
W
alaupun DPRD SBT telah mengeluarkan Rekomendasi akan tetapi sesuai keterangan Baharudin kalau Pemda SBT tidak mengakui rekomendasi tersebut dan mengatakan rekomendasi tersebut tidak sah. Warga Salas atas yang menempati Leter SS mengaku pasra terhadap sikap Pemerintah Daerah SBT yang sangat diskriminatif tersebut, bahkan mereka tidak lagi bermimpi untuk mendapatkan bantuan.“kalau Pemda mau kasih bantuan terimah kasih, tidak kasih juga terimah kasih, yang pasti nanti kita usaha sendiri saja, uacap warga pasra.Pait
Sumber : saradan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar