Sabtu, 14 April 2012

Beberapa Skenario Pemekaran Wilayah dI Kab SBT.

Tingkat akselerasi pemekaran daerah sejak tahun 2000 sampai 2012 dapat diibaratkan sama dengan tingkat percepatan berkembang biaknya bakteri amuba. Hanya bedanya, bakteri amuba bereproduksi untuk melestarikan eksistensi mereka. Sementara pemekaran daerah justru dapat mengancam kelangsungan keberadaan daerah pemekaran baru atau daerah induknya sendiri.

Penyebabnya, amuba berkembang biak secara tertib mengikuti hukum alam, sedangkan pemekaran daerah dilakukan dengan rekayasa para elite politik dan sering kali sarat dengan tarik-menarik kepentingan pribadi dan golongan. inilah skenario   rencana pemekaran yang akan dilakukan dengan menjadikan Bula sebagai Kota Bula, sementara beberapa kecamatan seperti Gorom dan Geser dan akan dijadikan sebagai kabupaten tersendiri. menurut pendapat ane :




Skenario 1.
Persaingan Elite Politik


Isue pemekaran Daerah Otonom Baru di Kabupaten Seram Bagian Timur, menurut ane bernuansa politik. Bahkan  kebijakan tersebut sebagai salah satu metode untuk meminimalisir Persaingan guna meraih kekuasaan seperti kita tahu Di SBT Dominasi Politikus berasal dari daerah Werinama dan Kecamatan geser - Gorom. untuk itu saya mensinyalir  Sosok Mukti Keliobas merupakan Momok menakutkan bagi Kelangsungan Karir Abdullah Vanath dan Kolega. karena suka tidak suka di Sbt hanya ada 2 Sosok kekuatan Politik Yakni Abdullah Vanath dan Mukti Keliobas berlandaskan pemikiran tersebut maka manuver Pemekaran Kecamatan Gorom, geser dan wakatei menjadi Daerah otonom baru yakni  untuk mempertahankan Dinasti Abdullah Vanath dengan menghindar dari Kekuatan Politik Kubu MK.

Skenario 2.
Priuk Nasi dari Kecamtan Bula Tidak Untuk Gorom, Geser dan Wakatei (Ladang Bisnis)

Sangat disayangkan memang keakraban Kecamatan Gorom, geser dan wakatei dengan Kecamatan Bula yang sudah terjalin sangat lama sengaja ingin di pecah belah hanya karena rakus menguasai Priuk nasi ditambah dengan kebijakan transfer fiskal (dana alokasi umum, dana bagi hasil, serta dana alokasi khusus), yang memang mengiurkan.
dari segi kultur budaya atau apapun Kecamatan bula lebih dekat dengan Gorom, Geser dan Wakatei dibandingkan Werinama.. tapi inilah Politik...... apa saja pasti ada pembenarannya walau salah sekalipun.
Namun, karena nafsu untuk berkuasa lebih besar dari niat untuk menyejahterakan masyarakat, pemekaran hanya menjadi medan pertarungan kepentingan pribadi dan golongan.

Skenario 3
Untuk Pemerataan di segala Bidang




Jangan bicara pemekaran wilayah Otonom Baru jika pembangunan Kab. SBT sendiri belum merata!.

Strategi pemekaran daerah harus didasarkan atas beberapa paradigma.

Pertama, pada tingkat kebijakan, pemerintah harus memerhatikan pembangunan daerah tertinggal serta mengembangkan pelayanan umum yang memuaskan masyarakat. Dalam hal ini patut disayangkan departemen sektoral seolah-olah tidak mempunyai tanggung jawab terhadap pemekaran.

Kedua, pada tataran kelembagaan sangat diperlukan peningkatan kapasitas pranata politik lokal, misalnya kaderisasi dan rekrutmen politik, demokratisasi internal partai di tingkat lokal. Ketiga, dalam periode moratorium sebaiknya pemekaran hanya dilakukan jika menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan ancaman terhadap keamanan nasional dan pertahanan.

Dengan belajar dari berbagai kekurangan dan harapan sebagaimana disebutkan di atas, strategi yang sangat penting bagi pemekaran daerah adalah mengubah paradigma pemekaran sebagai sarana memupuk kekuasaan menjadi sarana mewujudkan masyarakat yang sejahtera.


Sampai situ aja dulu cape juga nulisnya...... Silahkan Koreksi jika pendapat ane ada yang Salah.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar