Rabu, 11 April 2012

Belajar dalam keterbatasan

SMK NEGERI 1 BULA
SMK NEGERI 1 BULA merupakan salah satu SMK yang berada di wilayah kabupaten Seram Bagian Timur. SMK ini memiliki 2 program keahlian yaitu Budidaya Rumput Laut untuk Perikanan dan Tanaman Sayuran untuk Pertanian. Dengan segala keterbatasan, kami sangat prihatin dengan siswa-siswi di Bula ini. Saat guru-guru SMKN 2 Turen ( tempat saya mengajar sebelumnya) harus berebut menggunakan infokus atau LCD untuk proses belajar mengajar, saya menjadi yang pertama mengajar menggunakan infokus sebagai media pembelajaran. Betapa trenyuh saat melihat siswa-siswi begitu antusias memperhatikan dan sedikit tertawa saat melihat guru-guru lainnya berjajar melihat penggunaan infokus di jendela kelas. Buku-buku  jelas terbatas karena belinya harus ke Ambon.  Sehari perjalanan. Untungnya SMK ini menjadi satu-satunya sekolah yang mendapat bantuan ICT untuk internet di sekolah. Namun cuma 1 line jadi harus bergantian antar guru.


Di SMK 1 Bula ini saya ajarkan hal-hal sesuai bidang yaitu perikanan khususnya Rumput Laut. Pernah suatu saat saya coba ajarkan tentang ikan air tawar diantaranya ikan lele. kelas menjadi heboh. Reaksi siswa diluar dugaan saya. Melihat gambar ikan lele mereka bergidik, geli katanya. Lucu bagi saya. Mungkin karena otensi laut ereka masih begitu besar hingga ikan tawar tidak tersentuh lagi.  Di SMK ini ada beberapa guru kontrak dari Jawa. 2 orang dari Malang yaitu saya dan pak Heri guru Bahasa Inggris, dan 2 orang dari Bojonegoro yaitu bu Eni guru Kimia dan seorang guru Matematika. Sebenarnya  guru-guru yang sudah ada sebelumya seperti Pak Taha guru Pertanian, Pak Sofyan guru bahasa Indonesia, Pak Rumake guru Matematika yang juga kepala sekolah, Bu Evi guru bahasa Inggris, Pak Saleh guru perikanan cukup mumpuni. Namun keterbatasan jumlah guru yang membuat pemda mendatangkan guru dari Jawa. Banyak keilmuan yang harus diajarkan kekurangan guru seperti Fisika, Kimia, Matematika dan Bahasa Inggris. Anehnya peminat untuk guru Agama sangat besar. Jadi ketidak merataan keilmuan yang menyebabkan keterbatasan guru.
siswa smk negeri 1 bula melakukan apel siang sebelum pulangMeskipun bayak keterbatasan, semangat guru-guru SMK untuk mendidik dan meningkatkan keahlian dan ketrampilan siswa sangat tinggi. Memang tingkat kedisiplinan siswa cukup rendah. Seperti gambar sebelah itu, Pak Sofyan tidak henti-henti mengingatkan siswa untuk lebih rajin dan disiplin dalam setiap apel baik pagi maupun apel siang. Saya juga selalu katakan kepada mereka, ” Seharusnya kalian lebih pintar dari saya, sebab kalian dari kecil selalu makan ikan laut yang kaya omega 3.  Asahlah golok kalian. Otak kalian seperti golok yang jarang diasah. Bukan lagi belati atau pisau dapur. Tapi golok atau parang yang dapat lebih hebat dan tajam jika sering diasah.” Semoga saja mereka bisa lebih hebat dikemudian hari.

Guru Kimia dalam kelas
Dalam foto-foto diatas sebelah kiri, adalah siswa SMKN 1 Bula saat serius mengikuti pelajaran. Dan yang sebelah kiri adalah saat guru kimia membagikan hasil ujian kimia. Kadang beliau sebel karena siswa ndak bisa-bisa dalam materi kimia. Namun Alhamdulilah beliau tetap semangat untuk berusaha maksimal. Nah yang sebelah bawah itu foto saya lagi ngadem dibawah pohon di pelataran SMK 1 Bula. Nyantai disela-sela terik panas Maluku. Kangen dengan kota Bula. Rindu keramahan masyarakatnya. Kapan ya kesana lagi. Berharap ada yang mendanai pengabdian atau penelitian potensi perikanan di Seram Bagian Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar