Senin, 09 April 2012

DPD Turun ke Maluku Selidiki PT Karlez

 
Jakarta, Sedikitnya 11 anggota Komite II DPD RI, Senin (26/3) kemarin tiba di Ambon untuk mengusut dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Karlez di Kota Bula. Romobongan DPD dipimpin Wakil Ketua Komite II DPD RI, Stevi Simanjeku.

Dalam rombongan Komite II ke Ambon juga diikuti oleh anggota DPD asal Maluku Etha Hentihu. Masalah ini sebelumnya telah dibawah oleh KNPI SBT bersama Hentihu ke BP Migas. BP Migas juga telah berencana mengusut masalah ini, namun belum diketahui kapan mereka akan berkunjung ke Bula.
Menurut Staf Ahli DPD RI, Syarifudin Litiloly, selain mengust PT Karlez, DPD juga akan bertemu dengan PT Citik, terkait dengan dugaan pengajuan CSR yang salah sasaran. Citik tidak memberikan ke SBT melainkan ke Kabupaten Malteng. Padahal lokasi minyak di Malteng belum pada tahap eksploitasi, masih pada eksplorasi.



Syarifudin mengatakan, diagendakan, Besok 28 Maret, Komite II akan rapat dengan Dirut PT Karlez, PT Citik, serta Dirut Pertamina Maluku. Rapat dengan PT Karlez membahas isu pencemaran lingkungan, sementara Citik membahas CSR.

Sedangkan dengan Pertamina, terkait dengan ketersediaan BBM di Maluku secara keseluruhan, menjelang kenaikan BBM. Selain itu DPD juga akan mempertanyakan Pertamina terkait dengan harga minyak di Kabupaten MBD yang mencapai Rp 20 ribu per liter.
Sebelumnya masalah Karlez, KNPI SBT telah bertemu dengan BP Migas membahasa masalah ini. Menurut KNPI SBT, ekploitasi minyak oleh PT Karlez telah membuat pencemaran lingkungan di Bula. Masyarakat dirugikan.

KNPI mengharapkan, PT Karlez memperbaiki manajemen mereka, dan fasilitas eksploitasi, misalkan kelayakan pipa, memperhatikan sumur pengeboran, dan fasilitas lainnya, agar tidak terjadi pertumpahan minyak. Karena masyarakat yang akan menanggung deritanya, bukan perusahan.
“Pencemaran lingkungan di Pantai Lumba-Lumba Kota Bula, kejadiannya sudah lama, dan sampai sekarang masih terjadi,” kata Sekertaris KNPI SBT, Rudi Rumodar.

Akibat pencemaran lingkungan di Pantai Lumba-Lumba, menyebabkan ikan mati, mangrove mati, dan kerusakan ekosistem di wilayah tersebut. (fik/fmc)
Sumber : Fajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar