gravatar

“Indonesia Mengajar” di Bula Maluku


Saat media beramai-ramai mengabarkan tentang Indonesia Mengajar,  sebelum itu juga telah kami lakukan upaya berbagi ilmu dan membangun kepribadian di Kabupaten Seram Bagian Timur. 40 guru pada tahun 2008 dan 40 guru pada tahun 2009 dari berbagai displin ilmu. Kontrak dengan Pemerintah daerah dan honor terbatas untuk hidup di daerah terpencil sanggup dilalui dengan adanya semangat dan niat untuk berbagi. Berikut sedikit kisah perjalanan guru kontrak dari Malang (Jawa Timur) mengajar di Seram Bagian Timur, Maluku.
40 guru dari Malang memuli perjalanan ke Maluku pada bulan April 2009. Perjalanan rombongan guru kontrak sejumlah 40 orang ke kota Bula sungguh menegangkan sekaligus menyenangkan. Setelah perjalanan pesawat dengan Batavia Air dari Bandara Juanda ke Bandara Pattimura dan menginap 2 malam di kota Ambon untuk menunggu keberangkatan kapal ke Bula yang tidak setiap hari, dilanjutkan perjalanan laut dengan kapal. Selama 27 jam menyusuri pantai barat dan utara pulau seram dari kota Ambon menuju  Bula. Jangan bayangkan sebuah kapal feri yang besar dan berbhaan besi, namun sebuah kapal kayu dengan sebuah sekoci penyelamatan yang juga berbahan kayu. Berbagai macam barang termasuk sepeda motor dan barang eletronik dikirimkan melalui jalur ini. Hanya berharap tidak terlalu berat untuk perjalanan di laut.
Sepanjang perjalanan sungguh menghibur. Mulai dari ikan terbang yang berloncatan di sekitar kapal, hingga tarian sepasang lumba-lumba di sisi kanan kapal seakan menuntun arah perjalanan kapal. Bagi penumpang lain kejadian ini adalah hal yang lumrah, namun bagi kami hal-hal seperti lumba-lumba tersebut hanya dapat diperoleh pada tontonan sirkus saja.
Hiburan lumba-lumba dan ikan terbang terhenti saat senja mulai muncul di ufuk barat. Bias surya tenggelam terhalang pulau-pulau kecil memperindah suasana pesisir pulau Seram. Setelah itu obrolan-obrolan dengan penumpang lain yang terkadang bahasanya tidak dimengerti (melayu ambon) menemani untuk menunggu pagi.
Sampai di kota Bula pada pukul 09.00 WIT. Assalamualaikum wr wb. Niat berbagi ilmu dan memulai petualangan baru. Bismilahirohmanirokhim.
Kilang Minyak Tanjung Bor
Kota Bula, sebuah ibukota pemerintahan kabupaten Seram Bagian Timur, propinsi Maluku adalah kota dengan potensi alam yang luar biasa besar. Selain potensi ikan sebagai mana wilayah kepulauan lain di Indonesia, Seram Bagian Timur memiliki kandungan minyak yang cukup besar. Minyak bumi bumi maluku ini dikelola oleh sebuah perusahaan asing. Namun ironisnya kekayaan alam yang melimpah belum bermanfaat besar bagi masyarakat. Transportasi darat dan laut yang masih terbatas dan tidak berfungsi saat badai dan hujan menjadikan kota BUla seakan terisolir dari wilayah lain. Informasi selalu terlambat karena koran datang seminggu sekali. Bahan-bahan makanan dan kebutuhan lain menjadi sangat mahal dan cenderung menjadi monopoli toko-toko yang memiliki kapal sendiri sehingga pembangunan dan perkembangan belum dapat dipercepat meskipun telah bertahun-tahun terpisah dari kabupaten Maluku Tengah menjadi kabupaten seram Bagian Timur.
Jalur transportasi ke daerah lain juga dapat dilalui dengan jalan darat. jalan darat ini juga masih banyak hambatan. Dari banyaknya sungai yang belum ada jembatannya hingga jalan yang masih jalan tanah atau batu. sungai terlebar yang harus dilalui adalah sungai Bobi. Jika bus dapat langsung lewat saat air surut, sepeda motor harus dipanggul untuk menyeberang. Terdapa beberapa kuli panggul dengan ongkos 20ribu untuk sekali menyeberang. Itu ketika sungai surut, dan jangan berharap bisa lewat saat sungai pasang ketika hujan. Semua kendaraan harus bermalam disekitar sungai menunggu surut air sungai. Itu masih terjadi pada akhir tahun 2009. Semoga saat ini sudah ada jembatan untuk melintasi sungai Bobi.
Meski demikian tidak menyurutkan niat dan semangat untuk berbagi ilmu di SMK negeri 1 Bula.  di SMK ini terdapat 10 orang guru dengan 4 orang guru merupakan guru kontrak dari pulau Jawa. Mereka adalah saya ( bidang perikanan) dan Heribertuz (Bahasa Inggris) dari Malang dan Bu enjis (Matematika) dan Eni (Kimia) dari Bojonegoro. Bersama guru asli Maluku berusaha membangun pendidikan di SMK 1 Bula. Lokasi mengajar yang saya peroleh sedikit lebih baik dibandingkan kawan-kawan lainnya. Semua guru disebar di SMP dan SMA se Kabupaten Seram Bagian Timur. Ada yang di pulau Parang, Geser, Wakatei dan wilayah lain yang bahkan tidak memiliki sinyal handphone.
Heribertuz

Design @RayyaGiri

Entri Populer