Selasa, 10 April 2012

Mega Proyek Bandara Kufar SBT Terbengkalai



Bandara Kufar Terbengkalai 

Bula-Maluku 09/04, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) kabupaten Saram Bagian Timur (SBT) La Edy menegaskan Pembanguan Bandara Kufar sampai saat ini suydah sesuai dengan perencanaan, penegasan ini disampaikan La Edy menanggapi tudingan kalau pekerjaan bandara Kufar terkesan tidak jalan dan banyak terjadi penyimpangan.

Menurutnya sesuai dengan penjelasan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten SBT  kalau pekerjaan Bandara Kufar telah masuk pada tahap ke 4, yakni pembangunan landasan pacu, bahkan untuk tahun 2012 ini pembangunannya akan tetap jalan. “ pembangunan bandara Kufar tetap jalan, kita juga berusaha untuk akses jalan dari Bandara menuju kota kabupeten sehingga pada tahuin 2013 ini sudah bisa digunakan sesuai tataran perencanaan. “Ungkap Edy.


La Edy mengatakan kalau semua perencanaan tersebut sangat tergantung pada kemampuan anggaran, bahkan dirinya kalau pembangunan Bandara Kufar tersebut jalan ditempat, mengingat pekerjaan Bandara Kufar disesuaikan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negera (APBN) termasuk memperhatikan wilayah setempat.”kalau kita bandingkan sama dengan Namlea, kan jalannya sudah siap tinggal dilanjutkan saja, sama halnya dengan dengan pembangunan Bandara yang ada di MDB yang mungkin tidak ada masalah soal jalan dan lahan.

Menurutnya kalaupun Banda Kufar dikerjakan satu paket dengan Bandara Namlea dan MDB, namun karena masalah wilayah bisa saja Bandara Kufar mengalami keterlambatan sehingga penyelesaiannya tidak bersamaan. La Edy mengaku kalau wilaya SBT paling berat belum lagi kemampuan anggaran yang terbatas sehingga pembangunan banyak yang terhambat dan harus dilakukan secara bertahap pada tahun anggaran berikutnya. Bahkan Dia mengaku pembangunan infrastrukutur di Kabupetn Seram Bagian Barat (SBB) lebih maju jika dibandingkan dengan pembangunan ifrastruktur di Kabupaten SBT.

Sementara itu Ketua Kordinator SBT Media Centere Adversting And Intergrat Media Comunikation Djabar Tianotak ST Msi mengatakan Total Dana 100 M lebih  untuk bandara Kufar yang sudah terpakai mencapai 95 M, masing tahap pertama 20 Milyar AOPBN tahun 2008, tahap ke dua 70 M APBN 2009, tahap ke tiga 5 Milyar APBN 2010 yang dananya sudah dicairkan 100%. Sedangkan tahap ke empat sebesar 4 milyar belum dicairkan karena tidak ada yang mau melakukan pekerjaan lanjutan tersebut, kerena tahap pertama sampai ke tiga pekerjaannya terbengkalai.

Sedangkan pada tahun 2012 lewat APBN juga ada anggaran pekerjaan bandara Kufar dari Kementrian Perhubungan untuk perlengkapan bandara, dimana Maluku mendapat jatah 604 Milyar namun untuk Bandara Kufar belum dipastikan, termasuk didalamnya pengadaan Kapal Perintis Tipe 500 GT untuk wilaya Wahai-Bula-Air Nanang tahap 1, Lintas Keswui Nanang tahap 1, lintas Keswui-Toyando-Kaimer-Tual tahap 1, untuk 1000 GT Lintas Wahai-Fak-Fak, pembangunan dsermaga penyeberangan air nanang tahap 3, Geser tahap 2, Fasilitas Pelabuhan Bula, Pembangunan Fasilitas Bandara Pattimura, Kufar, Saumlaki, Domatubun Baru Tual, dan Maniwel Namlea.

Jabar Tianotak lewat Pesan Singkat mengatakan Pembangunan Bandara Kufar satu Paket dengan Bandara Maniwe di Namlea, dan Bandara Soumlaki dsi MTB, menurutnya Sumber APBN 2008 untuk kufar tahap pertama 20 milyar tahap kedua 70 milyar APBN 2009, tahap ke 3 5 milyar APBN 2010. Yang semuanya dikerjakan oleh CV Cahaya Mas Perkasa (CMP) milik Frangky Tanaya alias Aseng, dimana dananya sudah habis tetapi pekerjaannya tidak ada alias fiktif.

Dia mengatakan pekerjaan Bandara Kufar hanya baru dilakukan penggusuran lokasi berbeda dengan di Namlea dan Maluku Tenggara Barat yang bandaranya hamper rampung 100 persen. Menurut Jabar pekerjaan bandara Kufar sejak lama telah tercium aroma tidak beres dimana pemenang tender mestinya PT Handayani Gema Citra dengan Direkturnya Jhon Sutaner namun entah kenapa proyek tersebut diserahkan kepada CV CMP, padahalk CMP tidak layak tangani mega proyek Bandara Kufar .

Lebih lanjut menurut Tianotak Pekerjaan bandara Kufar harusnya ditangani oleh kontraktor BUMN yang memiliki kemampuan yang teruji seperti PT Waskita Karya bukan CMP yang belum pernah menangani pekerjaan Bandar. Masyarakat SB sangat dirugikan mega proyek Bandara Kufar termasuk sejumlah proyek yang lain yang dikerjakan oleh CV CMP.

Untuk itu Mrdia CentereAdversting SBT meminta BPK untuk melakukan audit penggunaan anggaran Bandara Kufar yang nyaris mencapai 100 Milyar untuk diserahkan kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusutnya sampai Tuntas.

Link Tentang Carut mautnya Proyek Lapter Kufar SBT :









Beberapa Komentar Tentang  Proyek Lapter Kufar SBT di FB :







Tidak ada komentar:

Posting Komentar