gravatar

Pembentukan PA Bula

Attention: open in a new window. PERJUANGAN TIM PENGGALANG PEMBENTUKAN PENGADILAN AGAMA BULA DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU TIDAK SIA-SIA
 
(Berbaju Coklat di Belakang, adalah Bapak Bupati SBT Drs. H. Abdullah Vanath)
Suatu perjuangan apapun tujuannya selalu menuntut pengorbanan dan kesabaran, demikian juga halnya yang dialami team penggalang pembentukan
Pengadilan Agama Bula di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku. Anda mungkin sudah membaca berita dengan judul “ekspedisi melintasi maut” di situs ptaambon.net dan badilag.net edisi 16 Februari 2010 yang mengisahkan tragedy kecelakaan lalu lintas jalan raya yang dialami tim penggalang pembentukan Pengadilan Agama Bula dalam suatu ekspedisi menuju Bula ibukota Kapupaten SBT dalam rangka audiensi dengan Bupati dan Ketua DPRD SBT untuk mendapatkan rekomendasi dan hibah tanah tempat pertapakan Kantor Pengadilan Agama Bula.
Perjuangan tim tersebut ternyata tidak sia-sia, lokasi tanah tempat pertapakan Pengadilan Agama Bula hanya dalam hitungan hari telah ditunjuk oleh Bupati yang kini sedang dalam proses penyelesaian surat hibah atau sertifikasi hak pakai seluas 3500 m2. Adapun image lokasi tanah tersebut dapat dilihat di bawah ini : 
 
Tidak sekedar menunjuk lokasi tanah tempat didirikan Kantor Pengadilan Agama Bula di Kabupaten SBT, tetapi Pemerintah Daerah SBT juga telah mengedarkan press releast kepada kalangan pers dan masyarakat yang kemudian dikutip oleh Harian Ambon Express terbitan hari Jumat 12 Maret 2010 yang bunyinya sebagai berikut :
 
Apa yang telah diusahakan di level daerah kiranya sudah maksimal, usaha yang sungguh-sungguh dari pemuka masyarakat yang diwakili oleh Bupati selaku Kepala Daerah SBT dan instasni terkait dalam rangka memudahkan masyarakat di daerah tersebut untuk mendapatkan keadilan yang cepat dan beaya murah sudah mereka tunjukkan dengan itikat baik.
Mereka sangat menyadari bahwa selama ini betapa sulitnya masyarakat di daerah tersebut untuk berurusan dengan Pengadilan Agama yang hanya ada satu unit yaitu Pengadilan Agama Masohi yang harus melayani masyarakat yang tempat tinggalnya berjauhan dalam jarak beratus-ratus kilometer dan terpencar-pencar di pelosok desa di 3 (tiga) kabupaten (Kabupaten Maluku Tengah dengan ibukotanya Masohi, Kabupaten Seram Bagian Timur dengan ibukotanya Bula dan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan ibukotanya Piru), selain itu sarana transportasi yang tersedia di daerah tersebut juga sangat terbatas.
Namun demikian apa yang menjadi harapan mereka dan juga harapan kita semua tidak akan terwujud seketika karena masih harus melalui proses dan penilaian dari orang-orang yang berwenang mengambil keputasan di pusat, dan usaha kita yang dapat kita lakukan berikutnya adalah berdoa semoga pihak berwenang memiliki pandangan atau persepsi yang sama dengan mereka yang sedang berjuang di daerah, amin …. !!! (nyong amboina)  
 
Sumber : http://www.pta-ambon.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=398%3Apembentukan-pa-bula&Itemid=121

Design @RayyaGiri

Entri Populer