Jumat, 02 November 2012

Kiri (Juga Kanan)

TEMPO menerbitkan buku seri “orang kiri” Indonesia. Empat tokoh Partai Komunis Indonesia-Muso, Aidit, Njoto, dan Sjam-telah dituliskan riwayatnya. Dari segi historiografi, publikasi seri itu cukup penting, setidaknya untuk menghindari “bahaya pemberhalaan” sejarah–mengutip Peter Burke dalam The French Historical Revolution (1990)–terhadap tokoh politik tertentu, tapi, sebaliknya, mengabaikan figur yang lain. Kita tahu, selepas tragedi 30 September 1965, orang-orang kiri, yang tak lain anggota PKI, dianggap lawannya sebagai momok politik yang harus dibasmi dan, karena itu, sejarahnya pun dikubur dengan dendam. Dari segi bahasa, masih sering muncul pertanyaan bagaimana asal-usul istilah kiri terbentuk. Pengantar umum dalam seri penerbitan tersebut tidak menjelaskan sangkan paran (bahasa Jawa: asal-usul, RB) istilah itu. Jika sekadar kosakata, kiri, seperti halnya kanan, merupakan nomina yang berfungsi sebagai penunjuk tempat, seperti “samping kiri/kanan”–dari arah kita melihat; juga sebagai ajektiva, semisal “mata kiri/kanan”. Lalu kiri/kanan berfungsi sebagai kata keterangan, “belok kiri/kanan”. Jadi tugas kata kiri/kanan cukup komplet. Namun kita memandang keduanya secara diskriminatif: kiri berarti negatif, sedangkan kanan bermakna positif. Terhadap bagian tubuh sendiri, misalnya, kita melarang tangan kiri untuk bersalaman atau menerima sesuatu dari orang lain kecuali dalam keadaan terpaksa. Sedangkan “tangan kanan” adalah ungkapan tentang seseorang yang sangat diandalkan. Maka arti kata kiri/kanan mengandung nilai tertentu. Dalam “protokoler” wayang kulit, saat tidak dimainkan, tokoh-tokoh raksasa selalu dijejerkan di layar bagian kiri dari posisi duduk ki dalang, sedangkan para kesatria berada di deretan kanan. Secara tipikal, para raksasa digambarkan berwatak brangasan, kasar, sedangkan kesatria berperilaku santun. Artinya, mereka yang berjajar di sebelah kiri bercap buruk rupa, sedangkan yang di barisan kanan adalah kaum berbudi dan suci karena tokoh dewa-dewa termasuk di dalamnya. Berkah Revolusi Prancis abad ke-18, kata kiri/kanan masuk ke leksikon politik. Kala itu, kekuatan politik di parlemen Prancis yang terbentuk setelah gejolak revolusi terbelah menjadi tiga: (1) kaum konservatif yang ingin mempertahankan monarki tapi dibatasi konstitusi, (2) kawanan radikal yang ingin membentuk republik, dan (3) kelompok moderat yang berpijak di antara keduanya. Dalam tata krama sidang, grup konservatif duduk mengelompok di bagian kanan ruang sidang, sedangkan kaum oposisi di sebelah kiri, dan moderat di tengah. Sejak saat itulah muncul istilah rightist dan leftist atau “sayap kiri” dan “sayap kanan”. Dengan demikian, istilah kiri pada masa awal setelah Revolusi Prancis sejatinya lebih menekankan pada kelompok atau kekuatan oposisi, bukan komunismenya. Artinya, “orang kiri” dalam politik di parlemen Prancis itu belum tentu kaum komunis-apalagi partai komunis belum terbentuk ketika itu. Jika istilah kiri mengacu pada “oposisi”, siapa pun yang menempatkan diri di seberang pemerintah-apa pun warna politiknya-mestinya bisa disebut “kiri” tanpa cap komunis. Bukankah Lu Xun, sastrawan terkenal Cina, tergolong orang kiri tapi bukan komunis (menurut penilaian I. Wibowo dalam Kalam, 17/2001). Di Indonesia, istilah kiri/kanan juga bergema luas di jagat politik. Dalam monografinya, Indonesian Communism: A History (1963), Arnold Brackman memakai ungkapan the left modified untuk menjelaskan tingkah laku politik PKI yang bersifat radikal dan berorientasi internasional, dilawankan dengan rightist symptoms, yang merupakan kecenderungan politik nasional yang cinta Tanah Air. Skripsi aktivis Soe Hok Gie menggunakan judul “Simpang Kiri dari Sebuah Jalan” (1969), kemudian diterbitkan menjadi Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (1997), berkisah tentang pemberontakan (boleh juga dibaca pengkhianatan) PKI di Madiun pada 1948. Kata kiri telah berkembang menjadi istilah ideologis, dan menakutkan untuk sementara pihak. Barangkali hanya orang tua yang sangat menyayangi anaknya yang justru secara sadar menyarankan kepada si anak untuk selalu ambil jalan kiri. Seperti pesannya tatkala si anak pergi ke sekolah, “Hati-hati, jalanlah di sebelah kiri.” sumber : Majalah Tempo, 30 Mei 2011. Kasijanto Sastrodinomo: Pengajar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

6 komentar:

  1. This is the right website for everyone who wants to understand this topic.
    You realize a whole lot its almost tough to argue with you (not that
    I really would want to…HaHa). You certainly put a fresh spin
    on a topic that has been discussed for ages.

    Great stuff, just excellent!

    Feel free to surf to my page; plus de followers

    BalasHapus
  2. This is the right website for everyone who wants to understand
    this topic. You realize a whole lot its almost tough
    to argue with you (not that I really would want to…HaHa).
    You certainly put a fresh spin on a topic that has been discussed for ages.
    Great stuff, just excellent!

    Here is my webpage; plus de followers
    My web page :: acheter followers

    BalasHapus
  3. Hi, i think that i saw you visited my site so i
    came to “return the favor”.I am trying to find
    things to improve my web site!I suppose its ok to use some of your ideas!
    !

    Look at my web site - augmenter vues youtube logiciel
    my page - plus de vue sur youtube

    BalasHapus
  4. Liverpool Coach Rodgers Hails Lambert Attitude

    http://www.football-images.net/2014-10-27/6227e778972ecb5a219eb8615f73ee0d.jpg
    Liverpool head coach Brendan Rodgers has lauded the attitude of veteran forward Rickie Lambert, who remains in good manner despite being used mainly as a substitute.
    "I think Rickie has always been very clear on what the expectancy is on him to come in; he knew he would get games but knew he wouldn't be a starter," said Rodgers, as quoted by reliable Agen Bola indo11.com.
    “That is how it has panned out for him. He is a great guy, he recognises the role he has to play and he is playing that role in training every day.”

    BalasHapus

  5. Suarez Belum Bisa Bermain 90 Menit

    http://www.football-images.net/2014-10-27/2b95ea77704a50f1f3477cd8e69634ed.jpg
    Agen Bola Terpercaya indo11.com melaporkan, Luis Suarez mengungkapkan bahwa ia sudah memberikan kemampuan terbaiknya dalam laga El Clasico. Sayangnya, Suarez tak mampu membantu Barcelona lolos dari kekalahan 1-3 dari Real Madrid.

    Suarez mengaku belum bisa tampil maksimal dalam laga debutnya itu. Pasalnya, Suarez sudah absen bermain dalam ajang kompetitif selama empat bulan akibat hukuman FIFA.

    "Saya merasa baik-baik saja. Selain itu, saya sudah memberikan kemampuan terbaik saya untuk membantu tim. Tapi saya sadar bahwa saya tidak akan bisa bertahan bermain selama 90 menit," tukas Suarez.

    Meski kubu Barca sudah mengatakan bahwa Suarez akan menjalani debut dalam El Clasico, namun Suarez secara pribadi mengaku tak terlalu yakin. Ia baru yakin akan bermain ketika mendengar ucapan pelatih sebelum pertandingan.

    "Jujur saja saya tidak tahu akan bermain hingga pertandingan akan digelar. Tentu saya ingin menandai debut saya dengan kemenangan, tapi saya cukup puas karena sudah memberikan yang terbaik."

    BalasHapus

  6. Nadal Pastikan Absen di London

    http://www.football-images.net/2014-10-27/9dcaa8e5a60c5c90af4c7821c1bb3c42.jpg
    Agen Bola Terpercaya indo11.com melaporkan, Rafel Nadal langsung mengalihkan fokusnya ke Brazil setelah, gagal ke Final ATP bulan depan di London karena menderita usus buntu. Nadal pun mengatakan jika dirinya bakal kembali bermain di turnamen musim depan yakni Rio Open 2015.

    Kabar tersebut sejatinya tak terlalu mengagetkan. Pasalnya beberapa waktu lalu, Nadal juga sempat bimbang terbang London atau tidak. Hingga kekalahannya 2-6, 6-7 (4-7) atas Borna Cilic di turnamen Swiss Indoor di Basel membuatnya menemukan jawaban atas kondisinya.

    "Ini hari di mana, saya harus mengucapkan selamat tinggal musim ini. Saya tidak akan bermain di Paris dan London. Saya tidak cukup kompetitif untuk melakukan itu," ucapnya.

    "Saya perlu memulihkan performa, karena sejak Australia belum 100 persen pulih. Itu membutuhkan waktu dengan jangka waktu lima pekan kedepan untuk kembali pulih. Saya mencoba memperbaiki semua hal yang mengganggu. Selama satu bulan di Desember, sata terus bekerja keras dan bakal kembali pada awal 2015," tandasnya.

    BalasHapus